Banyak yang berkata hidup butuh pengorbanan,tapi anehnya mereka tak mau memberikan pengorbanan itu untuk hidupnya
Jumat, 25 Februari 2011
Buat billing warnet sendiri
Setiap warnet pasti membutuhkan sarana untuk mencatat transaksinya setiap hari yang tidak
mungkin dilakukan secara manual. Saat ini banyak bermunculan software-software billing warnet
yang dapat mencatat semua transaksi warnet mulai dari jasa penggunaan internet, scan, print, atau
bahkan hingga minuman ringan yang mendukung usaha warnet. Di samping itu, software tersebut
juga memberikan fitur-fitur beraneka ragam mulai dari yang berhubungan dengan sistem operasinya,
hingga laporan keuangan warnet itu sendiri. Namun harga software billing warnet yang ditawarkan
begitu beragam dan cukup mahal. Padahal dengan sedikit kemampuan Excel, Anda dapat membuat
sendiri billing internet dengan mudah. Tips dan trik ini berusaha membahas dengan singkat dan jelas
bagaimana membuat billing warnet dengan mudah dengan bantuan Microsoft Excel.
Untuk mengetahui panduan untukk membuat billing tersebut silahkan download disini.http://www.ziddu.com/download/13954019/billingwarnet.pdf.html.
Good luck ya......
Label:
Billing warnet
Novel Bidadari Untuk Ikhwan
“Akhi Khalid, antum sudah sholat dhuhur?” aku terbangun dari lamunanku saat Andi
teman satu LDK (Lembaga Dakwah Kampus) menepuk pundakku.
“Akh, antum mengagetkan ana aja! Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich!” aku
menjawab sambil memakai tas ransel hitamku kembali, yang saat itu masih tergelatak
dilantai.
“Akh, kalau gitu ayo kita kemasjid sekarang!” ajak Andi.
Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid
kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku.
teman satu LDK (Lembaga Dakwah Kampus) menepuk pundakku.
“Akh, antum mengagetkan ana aja! Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich!” aku
menjawab sambil memakai tas ransel hitamku kembali, yang saat itu masih tergelatak
dilantai.
“Akh, kalau gitu ayo kita kemasjid sekarang!” ajak Andi.
Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid
kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku.
Label:
novel islami
Kamis, 24 Februari 2011
onderdil
Bel Masjid Rp 20.000
Lampu belakang Rp 25.000
Rantai warna Rp 50.000
Tiang sadel genio Rp 40.000
Untuk link lebih jelas klik onderdilsepeda.co.cc
Lampu belakang Rp 25.000
Rantai warna Rp 50.000
Tiang sadel genio Rp 40.000
Untuk link lebih jelas klik onderdilsepeda.co.cc
Label:
Sepeda
Selasa, 22 Februari 2011
Pembagian soal UN Dinilai Dapat Mencegah Aksi Nyontek
Ia mendukung perubahan paket ini karena untuk mencegah adanya saling contek di kelas. "Hal ini untuk azas keadilan, lagipula mencontek saat ini makin canggih," ungkapnya. Cuma yang paling rumit dari perubahan paket ini ialah pada saat pencetakan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah akan meminta garansi kepada perusahaan agar cermat dalam proses pencetakan hingga pengepakan. Kemudian ia menjelaskan atas dasar ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sudah melakukan sosialisasi perubahan paket.
Untuk UN tahun 2011 ini, pihaknya pihaknya tidak hanya menargetkan untuk meningkatkan dari sisi presentasi kelulusan akan tetapi juga dari rata-rata nilai. Taufik juga meminta kepada setiap peserta agar tidak terpengaruh dengan bocoran soal yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab, namun siswa semestinya tidak menjawab pertanyaan secara asal-asalan.
Label:
UN 2011
Senin, 21 Februari 2011
Meminang bidadari
“Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah di antara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat besar terbuat dari perak.” Sahabat Urwah ra menegaskan kesaksiannya tentang kesyahidan Hanzhalah di perang Uhud.
Mekkah menggelegak terbakar kebencian terhadap orang-orang Muslim karena kekalahan mereka di Perang Badar dan terbunuhnya sekian banyak pemimpin dan bangsawan mereka saat itu. Hati mereka membara dibakar keinginan untuk menuntut balas. Bahkan karenanya Quraisy melarang semua penduduk Mekah meratapi para korban di Badar dan tidak perlu terburu-buru menebus para tawanan, agar orang-orang Muslim tidak merasa di atas angin karena tahu kegundahan dan kesedihan hati mereka.
Hingga tibalah saatnya Perang Uhud. Di antara pahlawan perang yang bertempur tanpa mengenal rasa takut pada waktu itu adalah Hanzhalah bin Abu Amir. Nama lengkapnya Hanzhalah bin Abu ‘Amir bin Shaifi bin Malik bin Umayyah bin Dhabi’ah bin Zaid bin Uaf bin Amru bin Auf bin Malik al-Aus al-Anshory al-Ausy. Pada masa jahiliyah ayahnya dikenal sebagai seorang pendeta, namanya Amru.
Suatu hari ayahnya ditanya mengenai kedatangan Nabi dan sifatnya hingga ketika datang, orang-orang dengan mudahnya dapat mengenalnya. Ayahnya pun menyebutkan apa yang ditanyakan. Bahkan secara terang-terangan dirinya akan beriman dengan kenabian itu. Ketika Allah turunkan Islam di jazirah Arab untuk menuntun jalan kebenaran melalui nabi terakhir. Justru dirinya mengingkarinya. Bahkan dirinya hasud dengan kenabian Muhammad. Tak lama kemudian Allah bukakan hati anaknya, Hanzhalah untuk menerima kebenaran yang dibawa Rasulullah. Sejak itulah jiwa dan raganya untuk perjuangan Islam.
Kebencian ayahnya terhadap Rasulullah membuat darahnya naik turun. Bahkan meminta izin Rasulullah untuk membunuhnya. Tapi Rasulullah tidak mengizinkan. Sejak itulah keyakinan akan kebenaran ajaran Islam semakin menancap di relung hatinya. Seluruh waktunya digunakan untuk menimba ilmu dari Rasulullah.
Di tengah kesibukkannya mengikuti da’wah Rasulullah yang penuh dinamika, tak terasa usia telah menghantarkannya untuk memasuki fase kehidupan berumah tangga. Disamping untuk melakukan regenerasi, tentu ada nikmat karunia Allah yang tak mungkin terlewatkan.
Label:
cerpen islami
Sabtu, 19 Februari 2011
Engkaulah suami yang ku impikan
Ketika engkau mencintaiku, engkau menghormatiku. Dan ketika engkau membenciku, engkau tidak mendzalimiku. (Dr. Ramdhan Hafidz)
Aku masih ingat saat malam pertama kita, saat itu engkau mengajakku shalat Isya’ berjamaah. Setelah berdoa engkau kecup keningku lalu berkata: “Dinda, aku ingin engkau menjadi pendampingku Dunia-Akhirat”. Mendengar ucapan itu, akupun menangis terharu. Malam itu engkau menjadi sosok seperti sayyidina Ali yang bersujud semalam suntuk karena bersyukur mendapatkan sosok istri seperti Siti Fatimah. Apakah begitu berharganya aku bagimu sehingga engkau mensyukuri kebersamaan kita? Malam itu, aku tidak bisa mengungkapkan rasa syukurku ini dengan ucapan. Aku hanya bisa mengikutimu, bersujud di atas hamparan sajadah. Tanpa bisa aku bendung, air mata ini tiada hentinya mengalir karena mensyukuri anugerah Allah yang diberikan padaku dalam bentuk dirimu. Akupun berikrar, aku ingin menjadi sosok seperti Siti Fatimah, dan aku akan berusaha menjadi istri sebagaimana yang engkau impikan.
Label:
cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)
