“Akhi Khalid, antum sudah sholat dhuhur?” aku terbangun dari lamunanku saat Andi
teman satu LDK (Lembaga Dakwah Kampus) menepuk pundakku.
“Akh, antum mengagetkan ana aja! Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich!” aku
menjawab sambil memakai tas ransel hitamku kembali, yang saat itu masih tergelatak
dilantai.
“Akh, kalau gitu ayo kita kemasjid sekarang!” ajak Andi.
Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid
kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku.